Miu Si Traveler and The Strories

A happiness is belong to us, so reach it!!

2 Manusia 2 Planet (part.1)

image

Terhampar di lautan, tertinggal satu buket bunga (photo by: ranti)

Perasaan ini menusuk jauh dalam tiap sel darah dan hipodermis kulit, yang menjadikannya terasa dingin dan memaksa neural network bekerja lebih cepat menekan neuron-neuron hierarchical organization untuk memutar kembali informasi yang telah terekam dalam sebuah memory. Kamu, pria dewasa yang memiliki tingkat kedinginan lebih minus dari suhu pada dua kutub bumi ini, menjadi memory pertama yang dapat di replay di dalam otakku.

Bukannya sengaja tetapi entahlah disaat hidup berada ditengah2 jembatan dimana kanan adalah jurang bahagia atau kiri jurang kesedihan, kamu yg pertama muncul dalam neuron-neuron memory itu.

Kusadari, kmu pria baik kepada siapapun yang mampu mengorbankan miliknya untuk menolong orang lain yang mungkin tdk kamu kira, kebaikan mu itu menjadi hal yang nyata dan kadang membekas seperti goresan luka yang tertanam pada orang lain. Luka yang tidak ingin disembuhkan tetapi malah menjadi luka yang dipelihara, bagiku.

Bodohnya aku adalah aku terlalu egois, tanpa sadar aku telah menjadi satu pion catur yang menjadi bagian dalam sebuah permainan mahadahsyat. Semua seperti memiliki sutradara jenius yang bisa  membuat semua cerita ini terus nengalir sempurna seperti aliran mata air.

Rasa yang tumbuh dalam diriku ini membahagiakan seperti meminum ramuan sihir atau seperti kesenangan dalam imajinasi atas reaksi cairan wine putih yang menenangkan.

Namun sayangnya, mungkin aku terlalu jauh untuk dapat menyeimbangkan pikiran kamu yang memang dari awal sudah terbentuk dari hobi membaca goresan2 tinta dan alenia2 kehidupan yang terekam dalam sebuah buku. Salahku ini menjadi satu arti aku mungkin hanya bisa berdiri dibelakangmu, melihatmu, bahkan meniru setiap gerak tubuh kamu layaknya sebuah bayangan dan menjaga goyangan tubuhmu yang kadang-kadang rapuh karena kebaikanmu sendiri seperti benteng ribuan tahun berdiri.

Percayalah.. Tapi aku masih merasa bahagia kalau kmu masih menatapku dengan tatapanmu disaat pertama kita bertemu.. (Continued)

Advertisements

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: