Miu Si Traveler and The Strories

A happiness is belong to us, so reach it!!

Archive for January, 2013

Saya ingin Menjadi Fatimah Az Zahra

 

(taken from evanzip.blogspot.com)

(taken from evanzip.blogspot.com)

 

 

Seorang teman memberikan aku cerita. Bila menjadi seorang isteri maka contohlah Fatimah Az Zahra, puteri dari seorang Rasullullah. Beliau adalah anak Rasul yang memiliki sifat persis seperti ayahnya.

Dari beberapa sahabat Rasul yang melamarnya, dari Abu Bakar hingga Umar, Rasul menolaknya dengan cara halus. Hingga Ali Bin Abi Thalib datang melamar Fatimah, padahal dirinya sadar bahwa dia adalah lelaki yang sangat miskin dan yang menjadi hartanya adalah sebilah pedang dan baju besi yang melekat pada dirinya ketika perang.

Namun setelah Ali, seorang prajurit utama Islam ini memberanikan diri meminang Fatimah dan akhirnya disetujui oleh Rasul, maka dijuallah baju besinya menjadi mahar dan persiapan pernikahannya yang sangat sederhana itu.

Meski Ali adalah lelaki yang miskin, tetapi Fatimah tetap mendampinginya. Dia berusaha sendiri untuk memberikan makan untuk anak-anaknya dengan mengambil air di sungai yang letaknya jauh dan menumbuh gandum hingga kedua tangannya terluka. Bahkan dia harus berpuasa berhari-hari karena kemiskinan yang melanda. Meskipun begitu, Fatimah tidak mau mengeluh dan memint abantuan kepada ayahnya, Nabi Muhammad SAW.  Selain itu ketika Ali pergi berperang, Fatimah tetap menunggu dan menganggap itulah saat-saat dimana Fatimah dapat mendekatkan diri dengan Allah SWT dan anak-anaknya dan dia tetap sabar menunggu kedatangan Ali bin Abi Thalib, suaminya yang sangat dia hormati.

The Corner of House of Representative

The Corner of House of Representative

This corner is called by RTH (Ruang Terbuka Hijau) Green Field Zone, and I love this corner. Because, I can see many trees that produce more oxygen for humanity and water resistent 🙂

Kemarin Saya Menjadi Hakim Agung

Image

(taken from http://www.hit.ro)

 

 

Sidang yang sudah tertunda dua tahun itu akhirnya bisa diselesaikan di hari Minggu kemarin (27/01). Sidang ini mengalami penundaan karena si hakim Agung masih memberikan kesempatan kepada tertuduh untuk memberikan kesaksian-kesaksian sesuai dengan bukti tindakan dan juga pernyataan.

Kesaksian di tahun pertama, ditujukan olehnya dengan pernyataan janji -janji akan menyelesaikan kasusnya di tahun depan di depan keluarganya dan juga di depan Hakim Agung. Kesaksian di tahun kedua pun masih dipenuhi dengan janji-janji saja di depan Hakim Agung tanpa di ikuti oleh tindakan untuk memperbaikinya, tidak ada step forward dari tertuduh untuk membersihkan dirinya dari segala tuduhan yang melekat di dirinya.

Hakim Agung ini akhirnya memberikan 1 bulan perpanjangan di tahun ketiganya. Sang tertuduh akhirnya memberikan bukti selembar tiket pesawat sebagai jalan terakhir untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. Hakim Agung mengangguk dan mencoba menunda kembali sidang keputusannya di hari terakhir Januari.

Tiba waktunya sang Hakim Agung menunggu pembuktian dari kesaksian tindakan tertuduh dengan membuktikan bahwa sang tertuduh tidaklah bersalah. Karena di dalam hati si Hakim Agung, sangat berharap kalau sang tertuduh tidak bersalah dan membuktikan kebenaran dari janji-janjinya selama ini.

Hingga hari terakhir, tak kunjung datang pembuktian dari janji-janjinya, dan akhirnya di malam hari terakhir, si Hakim Agung dengan berat hati menggelar Sidang Keputusannya. Suasananya mencekam, bercampur kesedihan, kemarahan dan kebohongan, tiba akhirnya si Hakim Agung memberikan keputusan terakhirnya dan menyatakan bahwa…. “Berdasarkan pada fakta-fakta yang ada, tertuduh tidak mampu membuktikan janji-janjinya dengan kebenaran. Dengan berat hati, saya selaku Hakim Agung menyatakan bahwa tertuduh BERSALAH”

“Tuhan Jawab Doa Kita”

“Tuhan selalu menjawab doa-doa kita melalui inspirasi, ide, dan mimpi”

Pernah kita menyalahkan Tuhan karena doa-doa yang kita sampaikan tidak kunjung mendapatkan jawabannya. Namun ternyata semua itu hanya pribadi kita yang mengingkari, padahal Tuhan telah menyampaikan jawabannya melalui mimpi, inspirasi dan ide. Namun dengan keegoisan kita, kita menganggap bahwa semua itu muncul karena kebetulan, bahkan pernah kita menganggap ide dan inspirasi muncul karena usaha kita sendiri.

Menyadari, Tuhan ikut campur dan punya peran penting dalam kehidupan kita sehingga semua doa dan keinginan kita yang disampaikan melalui doa, telah terjawab oleh-Nya. Jadi bersyukurlah dan jangan pernah menyalahkan Tuhan.

Have a nice Tuesday!! 🙂

Don’t You Remember?

Dear you…

I gave you the space so you could breathe, I kept my distance so you would be free, And hope that you find the missing piece, To bring you back to me” — Adelle

Another Choice is killing me

Sebuah pilihan tampaknya tidak begitu sulit bila kita benar-benar mengetahui apa yang hati kita katakan. Tetapi terkadang pendengaran kata hati ini lebih banyak diambil alih otak, sehingga kebanyakan pilihan diambil berdasarkan pada realita2 yang ada didepan mata bukan kepada apa yg kita rasakan sesungguhnya..

Sebuah pilihan juga tidak semudah kita mengucapkan A atau B saja, tetapi dalam proses memutuskannya dibutuhkan analisa-analisa berdasarkan fakta-fakta yang ada. Meski terkadang dalam prosesnya kita ragu, namun perlu campur tangan Tuhan untuk meyakinkannya.

Iya!! Saat ini aku menghadapi pilihan hidup yang sulit, bukan pilihan pada menu makanan di restoran atau pilihan ganda pada ujian akhir sekolah, tetapi pilihan ini adalah pilihan terakhir aku untuk menentukan kepada siapa aku akan menghabiskan sisa hidupku.

Meski Tuhan telah menuliskan nama di Lauhul Mahfudz ku sebagai pendampingku, imamku, ayah dari anak-anakku dan pemimpin keluargaku kelak, namun untuk mencari nama itu tidaklah mudah. Karena Tuhan tidak akan membuat umat-Nya menjadi pemalas dan manja.

Butuh keberanian dan keikhlasan dalam memutuskan pilihan tersebut. Dua sikap yang membutuhkan Ilmu yang tidak mudah untuk dipelajari. Berani mengambil resiko dan ikhlas tidak mendapatkan apa yg kita inginkan.

Dear you.. Buatlah aku menjadi yakin dengan keberanian dan kepastian dari kamu, sehingga mata dan hati ini tidak menjadi ragu memilihmu.. Melainkan merasa yakin akan pilihan yang kubuat 🙂